Minggu, 17 Februari 2008

Selamat Jalan Imad Mughniyeh


BEIRUT -- Ribuan pendukung kelompok Hizbullah, Kamis (14/2), menghadiri pemakaman Imad Mughniyeh di Beirut selatan. Mughniyeh yang dikenal sebagai salah petinggi Hizbullah meninggal Selasa (12/2) malam di Damaskus, Suriah, ketika ledakan bom menghancurkan kendaraannya.
Rabu (13/2) sore jenazah Mughniyeh diberangkatkan dari Damaskus menuju Beirut selatan dalam peti berselimut bendera Hizbullah. Di kota yang menjadi basis Hizbullah, ayahnya, Fayez dan Wakil pimpinan Hizbullah, Sheikh Naim Kassem, dan petinggi Hizbullah lainnya menerima ucapan belasungkawa. Sebelum pemakaman yang dilakukan pukul 14.00 atau 19.00 WIB, pimpinan Hizbullah Sheikh Hassan Nasrallah berpidato melalui layar raksasa.
Nasrallah yang kini dalam persembunyian mengajak semua pendukung Hizbullah menunjukkan kematian Mughniyeh merupakan amunisi tambahan bagi perjuangan mereka. Seperti pernyataan yang dikeluarkan Hizbullah melalui stasiun televisi mereka, Al-Manar, kemenangan akan menjadi milik mereka berapa pun mahalnya pengorbanan yang dibutuhkan.
Bersamaan dengan kematian Mughniyeh, Israel menambah tingkat pengamanan di semua misi diplomatik dan lembaga Yahudilainnya. Pada saat yang sama militer meningkatkan kehadirannya di perbatasan Israel-Lebanon dan Palestina. Harian cetak Haaretz menuliskan langkah ini diperlukan untuk mengantisipasi adanya serangan balasan dari Hizbullah.
Israel melalui pernyataan yang dikeluarkan kantor Perdana Menteri, Ehud Olmert, menolak semua tudingan keterlibatan Israel dalam kematian Mughiyeh. Namun, Israel juga gagal menutupi kegembiraan mereka atas kematian Mughniyeh. Menteri Lingkungan, Gideon Ezra dan Menteri Negara, Ami Ayalon, keduanya mantan pimpinan badan intelijen dalam negeri Israel, Shin Beth mengatakan mereka gembira atas kejadian yang menimpa Mughniyeh.
Sebelumnya Suriah dan Iran mengarahkan telunjuknya pada Israel. Sementara pemimpin Syiah di Irak, Moqtada Al-Sadr, mengecam pedas pembunuhan Mughniyeh dan menyatakan tiga hari perkabungan.
Pengamat politik Timur Tengah menilai tudingan Damaskus dan Teheran beralasan mengingat tudingan Israel sebelumnya bahwa Mughniyeh bertanggung jawab atas pengeboman kedutaan mereka 1992 dan sebuah lembaga Yahudi dua tahun kemudian di Argentina. Israel juga yakin Mughniyeh berada di balik penculikan tentara mereka di Lebanon dan Palestina.
Pakar militer Israel, Yossi Melman, dalam tulisannya di Haaretz mengatakan kematian Mughniyeh akan meningkatkan ketegangan Israel-Hizbullah. Ia yakin Hizbullah akan menargetkan semua kepentingan dan simbol-simbol Israel untuk membalas kematian Mughniyeh. Sementara sebagian pengamat politik Timur Tengah mengatakan Hizbullah akan menghitung dengan cermat semua serangan balasan mereka karena mereka tidak ingin rakyat Lebanon menjadi sasaran kemarahan Israel.
Harian cetak Lebanon kompak mengatakan kematian Mughniyeh merupakan pukulan besar bagi Hizbullah. Harian Al-Akbar yang dekat dengan kubu oposisi menambahkan kematian Mughniyeh merupakan hasil kerja profesional Israel

Tidak ada komentar: