Perjuangan Hizbollah adalah contoh perjuangan sepanjang masa. Selama kedzaliman bercokol di muka bumi ini, akan lahir Mughniyah-mughniyah baru, tidak saja di Lebanon sana, tapi di seluruh tempat, dan, bisa jadi, di indonesia sini. satu Mughniyah boleh gugur karena kepengecutan Israel, tapi seribu mughniyah segera memberikan kejutan bagi Amerika dan antek-anteknya di timur tengah. kemenangan 2006 akan terulang kembali. nah, untuk mengenang kembali
an-nashr al-ilahiy, demikian nashrallah menyebut kemenangan tahun 2006, saya suguhkan untuk anda pidota beliau, yang, seperti biasa, berapi-api. anda akan lebih dapat menikmati pidatonya dengan mendengarkan dan melihat langsung situs resmi hizbollah
http://www.hizbollah.org/. selamat menikmati.
PIDATO KEMENANGAN 14 AGUSTUS 2006
Salam sejahtera bagi kalian, wahai manusia yang paling mulia, yang paling suci. Segala puji bagi Allah yang telah membuktikan kebenaran janji-Nya kepada kita. Yang telah menolong kita, menolong Lebanon dan rakyat Lebanon atas musuh Lebanon. Segala puji yang telah memuliakan kita, mengokohkan kita, dan membuat kita aman. Segala puji bagi Allah yang kepada-Nya kita bertawakal. Kepada-Nya kita kembali. Dan Dia selalu menjadi seperti janji-Nya, "Sebaik-baik pelindung dan sebaik-baik tempat bergantung." Segala puji atas pertolongan dan bantuan-Nya.
Saudara-saudari yang terhormat,
Kalian pada hari ini, mengejutkan dunia lagi untuk ke sekian kalinya. Kalian benar-benar membuktikan bahwa kalian adalah bangsa yang besar; bangsa yang bermartabat; bangsa yang terhormat; bangsa yang gagah berani. Sejak beberapa hari terakhir, banyak orang yang memprofokasi pertemuan ini, sebagaimana sebelumnya mereka mencibir gerakan perlawanan kita. Mereka berkata bahwa medan pertemuan ini akan dibom, bahwa mimbar ini akan dihancurkan. Mereka hendak menakut-nakuti massa dan menjauhkannya dari pertemuan ini.
Kalian pada tanggal 22 September telah membuktikan dengan keberanian kalian untuk hadir pada apel kemenangan ini, bahwa kalian lebih pemberani dari 12 Juli dan lebih berani dari 14 Agustus. Memang, keberadaan saya berdiri di hadapan kalian dan di tengah-tengah kalian ini, sangat berbahaya bagi saya dan kalian. Ada beberapa pilihan lain. Akan tetapi sampai setengah jam sebelum acara ini dimulai kami masih berdiskusi hebat. Hasilnya, bahwa hati, akal, dan jiwa saya tidak mengizinkan saya untuk berbicara kepada kalian dari jauh, tidak pula melalui layar TV. Kemungkinan terjauh yang dapat diprediksi adalah bahwa musuh akan melakukan kesalahan atau kejahatan kemanusiaan. Akan tetapi, tidakkah musuh ini mengenal siapakah kita? Kita adalah putra-putra sang Imam yang berkata, "Apakah dengan kematian engkau mengancamku wahai putra Thaliq." Sesungguhnya kematian bagi kita adalah biasa dan kemuliaan kita dari Allah adalah syahadah.
Selamat datang kalian semua. Dari wilayah selatan pejuang gagah perkasa, dari lembah Beka yang kokoh dalam pertahanan sampai utara yang setia, dari Beirut sampai pinggir-pinggir kemuliaan dan kehormatan. Salam hangat dari kami untuk kalian semua dari kamp-kamp pengungsi Palestina di Lebanon.
Selamat datang kepada kalian yang datang dari Siria, Iran, Kuwait, Bahrain, dan dari negri mana saja yang mengunjungi kami untuk berkumpul di sini.
Assalamualaikum warahmatullahi wabarakatuh
Salam sejahtera bagi para syuhada kalian dan keluarga syuhada kalian. Salam sejahtera bagi yang cidera dari kalian dan luka-luka kalian yang terus mengalir. Salam sejahtera bagi tawanan kalian. Salam sejahtera bagi darah kalian. Salam sejahtera bagi air mata kalian. Salam sejahtera bagi yatim-yatim kalian. Salam sejahtera bagi janda-janda kalian. Salam sejahtera bagi rumah-rumah kalian yang hancur. Salam sejahtera bagi rizki-rizki kalian yang terbakar. Salam sejahtera bagi ruh-ruh kalian, tekad baja kalian yang lebih kokoh dari gunung-gunung Lebanon.
Kita sekarang berkumpul memperingati kemenangan ilahiyah yang sangat bersejarah dan strategis. Bagaimana mungkin akal manusia dapat membayangkan bahwa beberapa ribu saja anak-anak pejuang Hizbollah–kalau ingin saya sebut jumlahnya dengan pasti–bahwa beberapa ribu saja anak-anak pejuang Hizbollah selama 33 hari berada di wilayah terbuka berhadapan dengan persenjataan udara yang terkuat di wilayah Timur Tengah. Yang memiliki pesawat canggih untuk mengangkut bom-bom cerdik (Cluster) dari Amerika ke Inggris lalu ke Israel. Menghadapi 40 ribu prajurit dan tentara, melawan empat batalyon pasukan khusus dan tiga pleton pasukan cadangan. Berhadapan dengan tank paling canggih di dunia dan angkatan bersenjata paling kuat di wilayah Timur Tengah. Bagaimana mungkin bagi mereka yang jumlahnya hanya beberapa ribu saja berperang dalam medan dan kondisi yang sangat berat seperti ini berhasil mengusir kapal-kapal perang musuh dari zona perairan kita.
Di saat gerilyawan dan prajurit berhasil mengamankan perairan Lebonan dari najis Zionis, menghancurkan tank-tank Mercava kebanggaan industri persenjataan Israel, merontokkan pesawat-pesawat tempur Israel di siang dan malam hari, dan memporak-porandakan pasukan khusus. Saya tidak berlebih-lebihan, lihatlah media massa Israel menayangkan unit-unit pasukan khusus berubah menjadi segerombolan tikus-tikus yang lari ketakutan dari putra-putra kalian.
Kesampingkan rasa ke-Araban atau bukan Arab. Buang sejenak perbedaan-perbedaan kalian, singkirkan perpecahan politik yang ada di sekeliling kalian. Angkatlah solidaritas kemanusiaan tinggi-tinggi. Pikirkan bagaimana sekelompok kaum mujahidin ini berhasil mengalahkan musuh? Itu semua semata-mata karena pertolongan dan dukungan Allah swt. Pengalaman ini, pengalaman gerakan perlawanan Hizbollah harus ditrasfer ke seluruh dunia. Disamping berlandaskan iman, keyakinan, tawakal, dan kesiapan untuk mengorbankan seluruh miliknya. Tetapi juga berdasarkan akal, perencanaan, pengorganisasian, pelatihan dan persenjataan. Kami mengambil hukum sebab akibat. Kami bukanlah gerakan perlawanan ngawur. Bukan gerakan perlawanan-perlawanan. Bukan gerakan perlawanan yang hanya melihat dunia ini sebagai hamparan tanah belaka apalagi gerakan terrorist. Perlawanan kami adalah perlawanan yang berlandaskan takwa, tawakal kepada Allah, yang merindukan perjumpaan dengan-Nya, yang berselimut ma'rifatullah, gerakan yang terlatih dan terencana. Dan inilah rahasia kemenangan yang kita rayakan saat ini.
Wahai saudara saudari sekalian.
Kalian benar-benar telah membuktikan bahwa kemenangan ini butuh sikap keberanian seperti yang kalian tunjukkan saat ini. Hari ini kalian mengirimkan pesan politik yang sangat penting sekali bagi rakyat Lebanon, bagi bangsa Arab, dan bagi seluruh dunia, bagi kawan maupun lawan. Kalian telah membuat dunia tercengang dengan keteguhan kalian sebagai rakyat Lebanon dari 12 Juli hingga 14 Agustus. Mereka mempertaruhkan perbedaan dan perpecahan kita. Tapi kalian semua teguh menghadapinya. Ada yang diungsikan ada yang tetap tinggal di tempat. Dan datanglah 14 Agustus. Mereka menganggap bahwa keberadaan para pengungsi di tempat-tempat pengungsian pasti membebani kami untuk memaksakan syarat-syarat tambahan (demi keuntungan musuh). Tapi perlawanan tetap kokoh. Tidak tunduk pada syarat-syarat yang mereka buat.
Untuk kesekian kalinya, kalian benar-benar telah membuat dunia tertegun. Para pengungsi menaiki mobil-mobil, truk-truk dan sebagian lagi berjalan kaki. Dan pada jam delapan pagi wilayah Dhahiyah, Selatan, Lembah Beka penuh dengan para penghuninya yang kembali dengan kepala tegak, mulia dan terhormat.
Hari ini kalian telah membuktikan kepada dunia dan berpesan kepada orang Amerika yang belum lama ini berkata, "Telah sampai beberapa indikasi yang positif dari Lebanon, bahwa popularitas Hizbollah merosot tajam dan mulai pudar!
Inilah bangsa pejuang. Saya katakan pada orang Amerika tersebut, "Hendaknya Anda tujukan kecaman pada para penulis laporan yang tukang bohong, yang memberikan informasi-informasi salah, yang membuat prediksi-prediksi yang salah.”
Hari ini, Saya harus menyatakannya di sini. Bahwa perang ini adalah perangnya Amerika. Dengan keputusan, senjata, strategi dan komando Amerika. Dengan memberikan kesempatan demi kesempatan: satu minggu, dua, tiga, empat ….dan yang menghentikan perang adalah kelemahan Zionis. Bila kalian ingat hari-hari terakhir pertempuran. Mayoritas tank hancur pada hari Jum'at, Sabtu, Minggu. Mayoritas jumlah korban tewas dari pasukan pendudukan pada hari Jum'at, Sabtu, Minggu. Pesawat-pesawat tempur jatuh pada Jum'at, Sabtu, Minggu. Karena itu Zionis sadar, bila mereka teruskan perang akan menjadi bencana bagi mereka. Lalu masuklah Amerika menerima penghentian perang. Mereka menghentikan perang hanya untuk Israel. Dan datang untuk menjualnya kepada kita di Lebanon bahwa teman-teman kita Amerika yang menghentikan perang? Teman-teman Amerika kita dua hari pertama perang tidak menghendaki dihentikannya perang. Minggu pertama, kedua, ketiga, ke empat juga tidak mau! Bukankah telah mereka saksikan keindahan bumi Lebanon sebulan penuh. Melainkan mereka sedang berhitung. Ungkapan ini dipakai dalam sebagian jalur diplomasi. Keputusannya adalah menghancurkan Hizbollah. Setelah menghancurkan Hizbollah kemudian menyelesaikan perhitungan dengan para sekutunya dan anak-anak negri yang benar-benar merdeka di Lebanon yang telah menghentikan perang setelah anugrah Allah swt.
Putra-putra kalian adalah pejuang-pejuang sejati. Bangsa ini yang gagah berani yang menampung dan mendukung perlawanan dari seluruh perbatasan. Di masjid-masjidnya, gereja-gerejanya, perkumpulan-perkumpulannya, dan sekolah-sekolahannya; inilah yang telah menghentikan perang. Bila ada yang berhak untuk merayakan kemenangan ini mereka adalah kalian semua yang sekarang berada di sini.
Kita berdebat apakah yang terjadi di Lebanon adalah kemenangan atau kekalahan. Saya tidak ingin masuk ke dalam lingkaran ini. Tapi akan Saya katakan pada kalian, "Barang siapa yang merasa bahwa pilihannya, proyeknya, strateginya, dan pandangannya yang menang, ia merasa menang dan membicarakan kemenangannya. Dan siapa yang menganggap dirinya kalah dan gagal, akan berbicara tentang kegagalan. Kami merasa bahwa kami menang. Bahwa Lebanon menang. Bahwa Palestina menang. Bahwa seluruh bangsa Arab menang. Bahwa seluruh kaum mustadhafin dan madzlumin yang ditindas dan disakiti di dunia ini menang. Kemenangan kami bukan kemenangan Hizbollah semata. Saya ulangi apa yang telah Saya katakan di Bint Jubail 21 September 2000. Bukan kemenangan satu partai, satu kelompok, satu golongan. Ia adalah kemenangan sesungguhnya bagi rakyat Lebanon yang sejati dan bagi orang yang merdeka di dunia ini.
Kemenangan besar nan bersejarah ini jangan kalian persempit hanya pada lingkup satu partai, atau satu madzhab, atau satu golongan, atau satu negara saja. Kemenangan ini di luar batas nalar kita. Tak terbayangkan oleh akal pikiran kita. Beberapa minggu, bulan, dan tahun-tahun berikut yang akan membuktikan makna ini. Hasil langsungnya, cukup Saya katakan kepada kalian, "Bahwa perlawanan kalian dan keteguhan kalian telah menggagalkan semua agenda musuh. Dan kemenangan ini menunjukan bahwa, perlawanan dan keteguhan kalian memberikan pukulan telak bagi proyek Timur Tengah baru yang diusung oleh Condoliza rice bahwa tanggal mainnya pada bulan September tapi lahir premature karena mengandung anak yang tidak sah.
Perlawanan dan keteguhan kalian telah menyingkap kebijakan-kebijakan palsu Amerika yang berbicara tentang hak asasi manusia, kebebasan, demokrasi dan kehormatan. Perlawanan dan keteguhan kalian telah membangkitkan kesadaran melawan Amerika bukan hanya di dunia Arab saja, bukan hanya di dunia Islam saja. Tapi di seluruh dunia. Dengan perlawanan dan keteguhan kalian seseorang yang, saya anggap sebagai orang Arab yang besar dan sangat besar sekali seperti, Caves (Hugo Caves, Presiden Venezuela), kemarin berkata di sidang umum PBB, "Perlawanan Lebanon sekarang mengilhami seluruh gerakan perlawanan dunia, dan seluruh orang merdeka di dunia, dan seluruh orang mulia di dunia, mereka-mereka yang enggan tunduk dan patuh pada Amerika. Inilah kemenangan kami. Dan ini hasil perjuangan kami juga."
Perlawanan kalian sebagaimana telah mempersembahkan kemenangan tahun dua ribu sebagai contoh perjuangan kebebasan. Maka pada tahun 2006 menyuguhkan contoh keteguhan, keteguhan yang melegenda, keteguhan yang mengagumkan. Hal ini telah dan akan menjadi bukti bagi setiap orang Arab dan setiap orang Islam, bagi para penguasa dan tentara, bagi seluruh bangsa di dunia.
Kemarin, sekelompok elit dari persatuan Negara-negara Arab mendatangi dewan keamanan PBB meminta keseriusannya mewujudkan perdamaian dan penyelesaian. Kepada mereka Saya katakan, "Saya tidak berbicara tentang pelenyapan Israel kepada kalian. Saya berbicara tentang penyelesaian yang kalian inginkan. Bagaimana mungkin kalian dapat memperoleh penyelesaian yang terhormat. Sedangkan kalian, setiap pagi dan petang, selalu mengumumkan bahwa kalian tidak berperang bukan untuk kepentingan Lebanon, bukan untuk Gaza, bukan untuk Tepi Barat, bahkan bukan pula demi Yerussalem. Bagaimana mungkin kalian akan beroleh penyelesaian yang logis dan adil sedangkan setiap hari kalian menegaskan tidak akan pernah menggunakan senjata minyak. Bahkan bila ada seorang dari kalian yang berbicara tentang minyak, kalian mengejeknya. Sungguh menggelikan.
Kalian tidak ingin berjuang, kalian tidak mau memboikot, kalian tidak mau memakai senjata minyak, dan tidak mengizinkan rakyat kalian turun ke jalan. Tidak mengizinkan perlawanan Palestina mempersenjatai diri bahkan kalian mengucilkannya. Kalian tidak memberinya dana, membuat mereka lapar, menahan gaji-gaji mereka hanya demi Condoliza Rice.”
Mereka-mereka itu, bagaimana mungkin akan beroleh penyelesaian yang adil dan terhormat?
Apakah Israel benar-benar menghargai keberadaan kalian?
Saya tegaskan pada kalian bahwa orang-orang Israel sekarang memandang Hizbollah dan rakyat Lebanon dengan penuh hormat dan perhitungan. Sedangkan mereka-mereka itu (para pemimpin Arab) orang-orang hina yang tidak bernilai bahkan sekedar untuk (memperjuangkan) usulan Arab yang telah kalian sepakati di Beirut. Kalian tidak mau menggunakan senjata minyak bila mereka memaksa. Adapun anggapan bahwa kami (Hizbollah) lemah, maka rakyat Lebanon telah membuktikan pada seluruh bangsa di dunia. Perlawanan Lebanon telah mengokohkan alasan bagi setiap prajurit Arab dan Islam. Prajurit Arab dan rakyat Arab bukan saja hanya dapat membebaskan Gaza, Tepi Barat, Yerussalem Timur dengan gampang dan dengan keputusan sederhana. Dengan hanya sebagian tekad mereka dapat mengembalikan seluruh daratan dan lautan Palestina. Tapi masalahnya, ketika seseorang berada diantara dua pilihan; di antara rakyatnya dan kedudukannya, maka ia memilih kedudukannya. Antara Yerusalem dan singgasananya, ia memilih singgasananya. Antara kehormatan negrinya dan jabatannya, ia memilih jabatannya.
Keistimewaan perlawanan di Lebanon. Keistimewaan perjuangan di Palestina adalah, bahwasannya memilih martabat bangsanya, tempat-tempat sucinya, kemerdekaannya. Mempersembahkan para pemimpinnya, putra-putra terbaiknya sebagai persembahan menuju singgasana Allah swt. Hari ini, perlawanan kalian telah merobohkan gambaran tentang Israel; gambaran pasukan yang tak terkalahkan, telah kami enyahkan. Anggapan sebagai Negara yang tak dapat ditaklukkan, telah kami musnahkan.
Saya tidak berbasa-basi. Untuk membuktikan pernyataanku ini, cukup bagi kalian untuk membaca apa yang sedang berlangsung di wilayah pendudukan Palestina dan apa yang dikatakan oleh orang-orang zionis, serta apa yang menghinggapi para perwira Israel dan pemimpinnya. Inilah Olmert hari ini memprotes kita mengapa kita adakan apel kemenangan ini?
Harian terkemukan Israel, Yadiout Ahranut, mengadakan pooling pertanyaannya, "Siapa yang pantas menjadi perdana menteri Israel". Olmert memperoleh 7%. Menteri AB memperoleh 1%. Inilah Israel yang terguncang bangunan politiknya, struktur militernya dan intelejennya. Gambaran Israel hari ini telah berubah. Tidak seorangpun pemimpin Arab dan pemerintahan Arab dapat pergi memberikan konsensus-konsensus baru dan tunduk pada persyaratan yang merendahkannya, lalu berdalih di hadapan umat kita dan berkata "Kami tidak dapat berbuat apa-apa terhadap Israel."
Pada suatu hari, seorang tua yang mengetahui tanda-tanda zamannya berkata, "Kalau setiap orang dari kita membawa satu ember air dan menyiramkannya ke wilayah pendudukan Palestina, Israel pasti hanyut.”
Bila satu, dua, tiga juta manusia bergerak melawan Israel. Israel pasti kalah. Beberapa ribu saja dari Lebanon dapat mengalahkan Israel.
Ya, alasan mereka (para pemimpin Arab) telah gugur. Kita sekarang harus memasuki era baru. Era dimana kita memaksakan syarat-syarat kita kepada musuh. Era kita mengembalikan kemuliaan kita, kemerdekaan kita, kemandirian kita, dan tempat-tempat suci kita.
kita pada hari ini, hari kemenangan ilahy, dan sebelum saya berbicara tentang urusan dalam negri seperti pada tanggal 12 Juli. Saya ingin menegaskan kembali dua pesan penting. Bahwa, pertama, hati kami, perasaan kami, dan kesedihan kami hari ini bersama Palestina. Bersemayam di Gaza, Ramallah, Nablus, Jericho, Jerussalem, di setiap desa dan perkemahan Rakyat Palestina yang setiap hari diserang, para pemudanya dibunuh, rumah-rumahnya dihancurkan dan dunia, diam seribu bahasa. Dunia Arab sebelum dunia lain. Sampai kapan sikap diam ini akan berlanjut, sampai kapan kalian akan memikul kehinaan ini? Tidak seorang pun meminta kalian (bangsa Arab) mengirimkan tentara-tentara kalian untuk membela bangsa Palestina? Cukup kita berikan dukungan untuk bangsa ini. Dukungan moril, politik, financial dan persenjataan. Di Palestina banyak para pemimpin (masyarakat), kaum ulama, pelbagai kelompok dan gerakan, pemuda-pemuda, sampai wanita-wanita dan anak-anak yang mampu memperbaharui mukjizat Tuhan di bumi Palestina.
Dan kedua, adalah Irak. Sebagai orang Lebanon kita harus menjadikan Irak sebagai contoh. Bila menang di Lebanon, orang-orang Amerika ingin memperluasnya ke bumi Lebanon. Dalam perang ini kita telah mempersembahkan rakyat Lebanon sebagai Syuhada, baik yang berasal dari anggota perlawanan (Hizbollah), tentara dan aparat keamanan, pertahanan sipil, palang merah, media-media, organisasi-organisasi, dan berbagai partai semuanya berasal dari rakyat kita yang tercinta. Kita telah mempersembahkan hampir seribu dua ratus syahid. Sedangkan di Irak, setiap bulan sepuluh ribu sampai lima belas ribu terbunuh dalam perang yang sia-sia yang diatur dan didanai oleh Amerika dan Mosad. Kami, gerakan perlawanan Lebanon (Hizbollah)lah yang menjaga Lebanon dari perang saudara. Sebagian orang mengatakan bahwa gerakan perlawanan Lebanon mendorong pada perang saudara. Sama sekali tidak. Justru kalau Israel menang, Lebanon pasti diseret pada kancah perang saudara. Dan kalian akan mendengar suara-suara (yang menginginkan) federasi, kantong-kantong, pembagian wilayah, dan bahasa Israel akan muncul kembali.
Irak harus selalu kita jadikan pelajaran yang berharga. Pesan kita harus sampai pada saudara-saudara kita di Irak. Sabar, tenang, bijaksana, saling berkomunikasi, dan tidak terjebak dalam isu fitnah dan menjadi gadaian musuh.
Adapun di Lebanon, misi kami adalah keselamatan kita semua. Harapan dan cita-cita kami adalah membangun Negara yang berdaulat, kuat, adil, mulia dan bersih. Inilah cita-cita kami. Dan ini, seharusnya, menjadi titik temu bagi seluruh rakyat Lebanon. Dari sini kami umumkan dan dengan darah-darah syuhada kami tegaskan: Bahwa di Lebanon ini perbincangan tentang pembagian wilayah adalah ucapannya Israel, bahwa pembicaraan tentang federasi di Lebanon adalah kata-katanya Israel. Kami, rakyat Lebanon, telah bertekad bulat dan kehendak Tuhan menginginkan kita hidup bersama dalam sebuah Negara yang berdaulat. Kita menolak negri kita dipecah dan dibagi-bagi. Landasan dasar yang memelihara persatuan Lebanon adalah membangun negri yang kuat, berdaulat, adil. Yang menjaga kedaulatan Lebanon dari ambisi-ambisi zionis. Negri yang kuat, berdaulat, adil yang menyelesaikan pelbagai krisis kehidupan dan sosial rakyat Lebanon dan mereka-mereka yang bermukim di Lebanon. Negara yang kuat, berdaulat, adil, bersih dan mulia inilah yang kami idam-idamkan dan kita semua mencita-citakannya. Kuat dan berdaulat berarti yang mampu, dan dengan terhormat, mengembalikan setiap jengkal tanahnya yang diduduki oleh musuh. Yang mampu menjaga setiap tetes air dari sungai Wizani, Litani, Hasiyani. Yang mampu menahan serangan musuh atas kedaulatannya. Yang rakyatnya dapat hidup tenang karena negaranya menjaganya dengan benar, menjaganya dengan senjata, kekuatan, akal sehat, persatuan, perlindungan, kehendak dan strategi nasional. Adapun air mata tidak bisa menjaga siapa-siapa. Kami menginginkan negara ini kuat, berdaulat, adil, bersih, dan independen yang menolak infiltrasi asing manapun. Negara yang terhormat dan mulia yang tidak tunduk pada syarat-syarat yang menghinakannya. Dan bersih, yang tidak ada tempat bagi para pencuri dan perampok. Inilah Negara yang kita butuhkan.
Inilah pintu masuk yang logis dan realistis untuk menyelesaikan masalah perlawanan rakyat. Dari sini kita berbicara tentang senjata. Untuk mereka yang selalu emosional ketika berbicara tentang senjata perlawanan (Hizbollah), saya katakan, “Jangan kalian mengobati akibat, mari kita obati sebab/sumber. Berbicaralah dengan logika sehat. Perlawanan ada karena sebab pendudukan, pembunuhan para tawanan, perampasan air, ancaman terhadap Lebanon dan serangan terhadap Lebanon. Inilah sebab-sebabnya. Selesaikan dulu sebab-sebabnya dan akibatnya dapat diselesaikan dengan mudah. Ketika kita berhasil membangun Negara yang kuat, berdaulat, dan adil yang dapat menjaga Lebanon dan rakyatnya, dengan mudah kita pasti dapat menemukan solusi yang adil untuk masalah Hizbollah dan senjatanya.
Saya ingin semua rakyat Lebanon mendengar dengan jelas, “Kami tidak mengatakan bahwa senjata ini akan terus ada selamanya, dan tidak logis bila terus ada. Senjata ini harus berakhir. Pintu masuk yang logis adalah mari kita obati sebab-sebab dan akibat akan hilang dengan sendirinya. Mari kita bangun negara yang kuat dan adil yang menjaga Negri dan rakyatnya, rezeki-rezekinya, air-airnya, dan kemuliannya. Pada saat itu kalian akan menemukan solusi masalah Hizbollah bahkan tidak butuh pada meja perundingan.
Dalam kondisi seperti yang kita saksikan saat ini, alih-alih mundur dari wilayah pertanian Seba Israel malah maju ke garis depan. Alih-alih mencari solusi garis perbatasan mereka malah maju ke depan menduduki wilayah Khiyam, Marohen, Dhahirah. Boro-boro kita dapat menggunakan hak konstitusional kita dari air sungai Wizani mereka malah memasang selang-selang dan mencuri air sungai Wizani. Apakah kondisi seperti ini dapat menjaga Negara dan sumber dayanya?
Maka dari itu saya tegaskan bahwa pembicaraan apa saja tentang pelucutan senjata Hizbollah atau penyerahan senjata Hizbollah dalam kondisi Negara seperti ini, pemerintahan korup seperti ini, dan dalam konstalasi seperti ini berarti membiarkan Lebanon menjadi sasaran empuk Israel. Dengan leluasa Israel dapat membunuh siapa saja, menahan siapa saja, dan membombardir wilayah kita, merampas tanah dan air kita. Sungguh sangat jelas, hal ini tidak mungkin untuk kita terima.
Kami tidak berperang sejak tahun 1982 dimana generasi muda kami menghabiskan masa mudanya dalam perjuangan, mereka tidak hidup dalam suasana yang nyaman, tenang dan apalagi bersenang-senang. 24-25 tahun dalam perlawanan bukan untuk menghentikannya dan Israel dengan leluasa mencaplok tanah kita, merobek-robek kehormatan kita, merampas keamanan kita, merampok air dan kekayaan kita. Tidak. Demi Allah, sekali-kali tidak. Ini adalah pilihan yang benar, realistis, dan logis bagi yang memiliki tanggung jawab nasional.
Tentang pilihan lain. Di sini, dalam apel besar ini dan dengan dihadiri oleh tokoh-tokoh yang mulia dan terhormat, di hadapan massa yang berasal dari setiap wilayah Lebanon dan tergabung dalam pelbagai aliran dan partai politik. Saya ingin mengatakan pada mereka, “Usaha untuk mengakhiri perlawanan rakyat dengan represi, boikot dan adu domba adalah usaha yang sia-sia. Usaha mengakhiri perlawanan rakyat dengan menyeret-nyeret Hizbollah untuk bentrok melawan tentara Lebanon seperti yang dipikirkan oleh sebagian kalangan, adalah usaha yang sia-sia. Ankatan bersenjata Lebanon dan Hizbollah adalah dua saudara yang saling mencintai. Keduanya tidak dapat dipisahkan. Mereka-mereka yang bertaruh, baik di dalam maupun luar Lebanon dan siapa saja yang bertaruh untuk melucuti senjatan Hizbollah dengan perang baru baik versus Israel ataupun selain Israel, saya ingin mereka mendengarkan statemen mentri luar negri musuh, Livni, dan panglima perang mereka, Moshe Aretz, dan juga mentri pertahanan kabinet yang lama. Saya akan mengulangi pernyataan mereka, “Kami ingin menghancurkan Hizbollah –kata mereka– tapi kami sadar bahwa tidak ada satu pun kekuatan di dunia ini mampu menghancurkan organisasi seperti itu.” Dan pada mereka Saya katakan, “Bahwa tentara mana saja di dunia ini tidak dapat melucuti senjata kami selama bangsa yang pemberani ini percaya kepada kami. Saya tidak mengancam dengan senjata. Saya telah berjanji pada bangsa ini yang telah melahirkan Hizbollah. Saya terikat oleh kata-kata seorang tua yang berdiri di antara puing-puing reruntuhan rumahnya, “Rumahku di Beirut hancur. Rumahku di Selatan juga hancur. Dan kami tetap mendukung Hizbollah bersama senjata Hizbollah.” Dan satu, dua, tiga dan masih banyak lagi yang berkata, “Bila sayid Hasan Nasrullah menyerahkan senjata berarti pengecut.” Kepada mereka Saya katakan, “Saya berjanji pada kalian semua wahai bangsaku yang pemberani dan besar, bahwa Saya tidak akan menutup hidupku dengan pengkhianatan, tetapi dengan kesyahidan.”
Semua pertaruhan tersebut hanya sia-sia. Karena di sana ada rakyat Lebanon dan ada Hizbollah yang menolak penjajahan, penghinaan, kesewenang-wenangan, dan penindasan. Dan siap sedia untuk mempersembahkan dirinya, putra-putranya, dan pemimpin-pemimpinnya demi negara. Tidak berlebihan bila Saya katakan, “Lebanon sekarang meski negara kecil di wilayah Timur Tengah, tapi menjadi kekuatan besar berkat kalian semua (rakyat Lebanon). Sangat-sangat diperhitungkan baik oleh Barat maupun Israel. Dunia madzlûmin dan mustadh’afîn melihatnya dengan penuh bangga dan hormat.
Supaya tidak ada seorang pun yang gelisah, Saya ingin mengulanginya, “Kami tidak menginginkan senjata ini terus ada sampai kiamat. Saya tegaskan sebagaimana telah kalian saksikan sendiri selama 25 tahun, senjata ini bukan untuk dalam negri dan tidak akan pernah digunakan untuk memerangi rakyat Lebanon. Ini bukan senjatanya Syi’ah saja ini adalah senjatanya Lebanon. Ini senjatanya orang-orang Islam dan Nasrani. Ini senjatanya orang-orang Suni, Druze, dan Syi’ah. Ini senjatanya semua rakyat Lebanon yang ingin melindungi Lebanon, kedaulatan Lebanon dan kemerdekaan Lebanon. Saya bersumpah pada kalian bahwa identitas dan fungsi senjata ini akan tetap seperti itu. Dan ini janji kami kepada Allah, kepada umat dan kepada para syuhada.
Jadi entry pointnya adalah membangun negri yang adil, kuat, berdaulat, mulia, terhormat, dan bersih. Meski tujuan ini sangat berat sekali dan supaya tidak berhenti hanya pada retorika belaka, saat ini kami tidak ingin mengatakan telah gagal mereka yang gagal dalam ujian dan telah berhasil mereka yang lulus dalam ujian. Saya ingin mengatakan kepada semuanya, “Meski kita berbeda, meski kita bersaing, meski secara politis dan psikologis urusan kita sangat berat sekali, kita sekarang berada dalam situasi kritis dan tidak seorang pun dapat berkata, “Kami mayoritas dan tidak ada apa-apa, semua urusan negara berjalan normal.” Perkataan seperti itu tidak lah benar.
Ada problem serius di Lebanon saat ini, khususnya pasca perang. Ada perpecahan nasional yang sangat tajam, dan tidak ada perpecahan madzhab. Perpecahan yang terjadi sekarang bukan karena pertentangan antara Sunni dan Syi’ah, atau perbedaan antara kaum Muslimin dengan kaum Nasrani, atau perselisihan antara kaum Druze, Sunni, Syi’ah dan Nasrani. Bukan. sekali-kali bukan.
Ada perpecahan politik nasional. Ada pilihan-pilihan strategis dan konsesus politik yang disepakati oleh kekuatan-kekuatan politik Syi’ah, Sunni, Druze dan Kristen. Dan ada pilihan politik lain yang disepakati pula oleh kelompok yang sama. Dan ketika sebagian dari kelompok Syi’ah ada yang keluar untuk berbeda dengan pilihan Hizbollah dan Amal, mereka mengira bahwa kami akan sedih. Tidak. Kami bahkan sangat bahagia sekali. Karena keluarnya suara lain yang mendukung posisi kelompok lain semakin mempertegas bahwa tidak ada konflik madzhab, yang ada hanyalah konflik politik.
Lihatlah kalkulasi mereka yang salah, bahkan ketika mereka ingin melukai kita merekapun memanfaatkan kita. Jadi, kita sekarang berada dalam perpecahan nasional. Seruan saya hari ini dalam apel kemenangan yang telah ditoreh oleh rakyat Lebanon dari pelbagai golongan dan wilayah, Saya ingin mengingatkan “Jangan kalian biarkan siapapun membelokkan perpecahan politik ini menjadi perpecahan madzhab dan golongan. Haram menggerakan sentimen madzhab dan golongan untuk membela kepentingan politik. Ini sama saja dengan bermain api, dapat memporak-porandakan negara. Memang dalam pilihan politik kita berbeda, bersaing, berdebat, dan saling menyerang dalam media massa, saling turun ke jalan, pergi ke kotak-kotak suara. Semua itu adalah proses yang wajar dan legal dalam demokrasi. Ini yang harus saya tekankan. Selama masih ada perpecahan politik ada bahaya yang selalu mengancam. Dan dalam menghadapinya, kelompok yang berkuasa sekarang tidak dapat bekerja dan meneruskan pemerintahannya. Pintu masuk yang logis adalah pembentukan pemerintahan persatuan nasional. Dan saya di sini, ketika berbicara tentang pemerintahan persatuan nasional, saya tidak berbicara tentang menjatuhkan seseorang, atau melenyapkan seseorang dari pentas nasional. Tetapi, sebagaimana telah saya katakan pada 25 Agustus kemarin, “Mari kita rapatkan barisan untuk melindungi Lebanon, membela Lebanon, membangun Lebanon, dan menyatukan Lebanon. Terus terang Saya katakan, “Pemerintahan sekarang tidak mampu menjaga Lebanon, tidak mampu membangun Lebanon dan apalagi menyatukan Lebanon.
Akan tetapi, ketika kami sebut ‘Pemerintahan sekarang’, bukan berarti kami ingin menghapus dan atau menggagalkan peran seseorang. Tapi kami ingin berkata, “Mari kita semua menjaga, membangun dan mempertahankan negara.” Jadi, membangun negara yang kuat, adil, berdaulat. Pertama, harus dimulai dari pemerintahan persatuan nasional. Saya di sini tidak mengangkat slogan untuk konsumsi publik. Hendaknya mereka mendengarkanku baik-baik, “Saya di sini tidak mengangkat slogan untuk konsumsi media massa, bukan untuk memotong waktu, bukan untuk mengambil hati teman-teman dan koalisi. Ini adalah proyek serius kami yang kami semua memperjuangkannya dengan sungguh-sungguh di masa depan.
Kedua, dalam membangun negara yang adil, kuat dan berdaulat dimulai dengan reformasi undang-undang pemilu yang adil, yang semua golongan dan aliran politik merasa berada di hadapan kesempatan yang sama untuk memainkan peran perwakilan yang sesungguhnya, dan tidak merasa hanya mengikuti kelompok lain. Yang demikian itulah kita ingin membangun negara yang kuat, adil, berdaulat. Dan inilah entri point untuk menyelesaikan segala problem nasional. Dari sini, kita baru bisa mulai berbicara tentang pelbagai tantangan dan masalah lainnya dengan mudah. Mengenai soal senjata Hizbollah, ada persaoalan terkait dengan kondisi saat ini.
Mereka datang untuk memblokade perairan Lebanon untuk siapa? Apakah untuk menjaga kedaulatan Lebanon? Tidak. Sekali-kali tidak. Konselir Jerman, Angel Merkel, berkata, “Kapal perang Jerman menjalan peran bersejarah untuk melindungi hak keberadan Israel.” Dari laut mereka kemudian ingin memblokade udara kita dan garis perbatasan kita.
Saya katakan pada mereka, “Kepunglah kami, tutuplah perbatasan, laut dan udara kami. Itu semua, sedikitpun tidak akan melemahkan kami. Tidak tekad Hizbollah, tidak pula senjata Hizbollah. Kami telah berperang selama 33 hari dan kami siap untuk sebuah perang panjang. Apa yang telah kami persembahkan hanya bagian sedikit dari kemampuan kami. Ketika di Bint Jubail saya katakan, “Kami memiliki 12 ribu rudal. Sekarang kami ralat, 12 ribu bukan berarti kami memiliki 13 ribu rudal. Mungkin jumlahnya lebih banyak dari itu.
Hari ini saya ingin berkata kepada mereka yang hendak menutup laut, udara, darat, dan perbatasan juga kepada musuh, “Hizbollah memiliki lebih dari 20 ribu rudal. Dan beberapa hari ke depan, setelah kemenangan perang kemarin, Hizbollah mampu membangun kembali struktur militernya, organisasinya, dan persenjataannya. Hizbollah sekarang lebih kuat dari sebelum 12 Juli. Karena dalam perang kemarin berhasil menggandakan pengalaman dan memperbaharui tekadnya. Siapa saja yang bertaruh atas kelemahan Hizbollah, padanya saya tegaskan sekali lagi, “Anda salah perhitungan. Hizbollah sekarang lebih kuat dari 22 juli 2006, lebih kuat dari waktu sebelum-sebelumnya sejak tahun 1982.”
Kedua, masalah tawanan. Putra-putra kalian yang ditawan musuh, insya Allah, akan kembali semua. Saya, atas nama Hizbollah telah berjanji pada kalian pada 12 Juli, dan Saya katakana lagi pada kalian sekarang demi para prajurit Allah bukan demi Saya dan ayahku. Dengan nama para pejuang Saya katakan pada kalian, “Meski perang meletus mereka tidak dapat menukar dua tawanan ini selain dengan perundingan tidak langsung dan tukar menukar tawanan. Dan setelah 12 Juli perang berkecamuk sengit, kalian tetap kokoh. Dan tawanan tetap pada kami. Mereka tidak akan dilepaskan kecuali dengan kembalinya para tawanan yang kami minta mereka dibebaskan dan dikembalikan. Kami dan semua orang sepakat dengan masalah ini.
Tiga, tanah pertanian Seba dan Talal Kufr Souba, setelah dikeluarkannya resolusi yang tidak adil para utusan dari wilayah yang indah dan sabar ini datang mencemaskan keberadaan mereka di wilayah perbatasan. Kepada mereka saya tegaskan, “Tidak akan pernah terjadi pengosongan aktifitas Hizbollah dari tanah pertanian Seba dan Talal Kufr Souba, dan tidak seorangpun akan membiarkan sejengkal tanah Lebanon diduduki.”
Dalam perang kemarin dan melalui beberapa kali perundingan, sebenarnya ada kesempatan emas untuk membebaskan tanah pertanian Seba, hampir-hampir Amerika setuju bahkan telah setuju. Kemudian, seperti kebiasaannya, mereka datang lagi mengingkari kesepakatan awal. Menurut mereka, “Saat ini tidak bisa menyerahkan wilayah pertanian Seba ke Lebanon. Mengapa? Karena kami tidak ingin memberikan kemenangan kepada Hizbollah.
Saya katakan kepada mereka, “Kembalikan ia kepada siapa yang kalian inginkan, berikan kemenangan kepada yang kalian suka, akan tetapi kembalikan Seba kepada yang berhak.” Sebenarnya, selama perang kemarin bila ada keinginan politik yang sungguh-sungguh, persatuan politik yang sungguh-sungguh, dan perlawanan politik yang saling melengkapi, kita pasti berhasil mengembalikan tanah pertanian Seba dan Talal Kufr Souba. Akan tetapi Saya tegaskan pada kalian bahwa tanah pertanian Seba dalam usaha pembebasan. Banyak pelanggaran dilakukan Israel. Memang, ada pemerintahan, tentara Lebanon dan pasukan UNIFIL yang jumlahnya mencapai lima ribu di sana. Dulu, ketika Hizbollah berada di garis perbatasan setiap pelanggaran perbatasan walau hanya beberapa meter saja pasti segera dipukul mundur dan musuh lari terbirit-birit. Tapi sekarang, wilayah perbatasan menjadi terbuka, mereka (musuh) bebas keluar masuk ke mana saja mereka suka. Yang selama ini berjalan tidak ada hubungannya dengan tentara Lebanon. Tentara Lebanon memiliki keberanian, tekad, dan semangat nasionalsme. Para perwira dan tentaranya bersaudara dengan Hizbollah. Tidak ada beda antara mereka. Masalahnya terkait dengan keputusan politik. Apakah rezim berkuasa akan merubah tentara Lebanon menjadi satuan penghitung pelbagai keluhan dan penulis pelbagai pelanggaran perbatasan. Ini sangat memalukan bagi tentara kita. Tentara pasti tidak rela sebagaimana rakyat juga tidak rela tentara kita diperlakukan seperti itu. Tentara kita ditempatkan di sana bukan untuk duduk di perbatasan dan menghitung pelanggaran-pelanggaran Israel seperti pasukan PBB yang ditempatkan di sana sejak 1972. Tugas tentara kita yang pergi ke selatan dan dengan keputusan pemerintahan Lebanon; mempertahankan kedaulatan negara, melindungi keamanan rakyatnya dan sumber alamnya. Dan sekarang, negri kita kedaulatannya dilanggar, tanahnya dirampas, rakyatnya diculik setiap waktu, mereka diserang juga tanah-tanah pertanian mereka. Apa keputusan politik pemerintah?
Sampai sekarang kami masih bersabar, karena kami tidak ingin mencatatkan pelanggaran terhadap keputusan PBB no 1701 yang tidak adil itu. Karena kami sadar bahwa pelanggaran apa saja yang kita lakukan, meski sangat kecil sekali dan sebagai bentuk pembelaan legal, dunia pasti tidak berhenti berteriak. Padahal Israel, sejak gencatan senjata, telah melakukan ribuan kali pelanggaran dan dunia, diam seribu bahasa. Tapi percayalah, kami tidak akan bersabar untuk waktu yang lama. Bila Negara dan pemerintahannya tidak mampu melindungi tanah dan rakyatnya. Maka rakyat Lebanon akan melaksanakan tugas ini sebagaimana telah dilakukannya sejak tahun 1982.
Untuk Zionis Israel Saya katakan, “Bila ada seseorang yang memberikan jaminan keamanan pada kalian, Saya tidak kenal. Dan bila ada seseorang yang memberikan jaminan tersebut baik di bawah atau di atas meja perundingan, jaminan ini adalah urusanya. Tidak ada hubungannya dengan perlawanan di Lebanon (Hizbollah) juga rakyat Lebanon.
Jadi, yang diminta adalah mari kita satukan tekad dan semangat nasionalisme untuk berdiri di belakang tentara Nasional kita. Mendukung mereka dan mempersiapkan dengan sebaik-baiknya agar menjadi penjaga kedaulatan negara, pelindung desa-desanya, para petani dan tanah-tanah pertaniannya, gereja-gerejanya, masjid-masjidnya, dan bukan menjaga orang lain.
Untuk pasukan UNIFIL, “Kami menyambut kalian dengan senang hati. Saya ulangi lagi ucapan selamat datang kepada kalian dalam rangka tugas yang jelas. Tugas kalian adalah membantu tentara Nasional Lebanon dan bukan memata-matai Hizbollah atau melucuti senjata Hizbollah. Inilah yang dikatakan oleh tuan Sek Jend, Kofi Annan, juga beberapa pejabat teras PBB yang lainnya. Sampai saat ini Saya tidak mendengar dari satu negara pun yang berpartisipasi dalam UNIFIL bahwa mereka mengirim anak-anak dan pasukan mereka untuk mempertahankan Lebanon dan rakyat Lebanon. Mereka malu kepada kita untuk mengatakan mereka datang untuk membela kita, tapi pembicaraan mereka tentang membela Israel. pasukan UNIFIL kami sambut dengan tangan terbuka selama komitmen dengan tugasnya. Saya mengajak para pemimpin pasukan multinasional di Lebanon untuk berhati-hati. Karena Saya mendengar beberapa informasi dan indikasi ada sebagian orang yang ingin menarik pasukan ini pada konflik melawan Hizbollah. Saya juga mendengar bahwa dalam beberapa pertemuan ada yang berkata bahwa keberadaan pasukan multinasional akan mengembalikan perimbangan kekuatan dalam negeri Lebanon. Kata-kata seperti ini sangat berbahaya. Pasukan multinasional datang untuk tugas yang terbatas. Tidak boleh turut campur dalam urusan dalam negeri Lebanon.
Berkenaan dengan pelbagai statemen politik, kami tidak ingin masuk dalam perang komentar dengan siapa saja dalam periode perang. Kami banyak mendengar komentar-komentar yang menyakitkan. Kami diam. Kami sabar. Dan setelah selesai perang, komentar-komentar tersebut masih terus muncul. Pelbagai serangan dan tuduhan terus ditujukan kepada Hizbollah. Ada beberapa statemen yang tidak bisa ditolerir. Selama perang, kami masih bisa bersabar atas pelbagai statemen politik yang menyakitkan itu. Akan tetapi, setelah perang usai, komentar-komentar tersebut tidak dapat ditanggung oleh selain para Nabi. Dan kami bukan Nabi.
Bila ada satu dua orang berkomentar negatif, kami dapat memahaminya. Tapi bila satu kekuatan politik dengan segala instrumennya; para wakilnya di parlemen, para ketuanya, corong politiknya, para anggotanya berkoar-koar kepada rakyat Lebanon bahwa perang yang terjadi di Lebanon adalah perangnya Iran untuk kasus nuklir Iran dan untuk menghentikan pengadilan internasional. Sungguh! kami tidak bisa memberikan toleransi terhadap komentar murahan seperti itu. Dengan segala kebanggaan kami atas hubungan dan persahabatan kami dengan Republik Islam Iran dibawah kepemimpinan Rahbar Sayid Ali Khamanei. Dan dengan kebanggaan hubungan kami dengan pemimpin dan rakyat Siria. Kami adalah gerakan independen, tidak ada hubungannya dengan ini itu dalam perang ini. Dan masa lalu kami lebih banyak menjadi bukti atas masa lalu mereka (yang menuduh).
Sejatinya mereka harus berkata bahwa perang ini yang memulai adalah Amerika dan Israel. Menurut Condoliza Rice ini adalah pilihan yang sangat sulit untuk menciptakan Timur Tengah yang baru. Menurut Olmert dan Perez hasil akhirnya adalah rumah-rumah kita hancur, anak-anak kita terbunuh, dan kami akan dibunuh dalam perang tersebut. Menurut Arab ini adalah perang ke enam. Menurut Zionis ini baru permulaan. Dan hasilnya, Kami berperang –menurut mereka– karena masalah nuklir Iran dan untuk menghentikan proses pengadilan internasional. Sungguh ucapan seperti itu sangat memalukan dan penuh dengan teka-teki.
Kami sangat menghormati siapa saja yang menasehatiku dan jubah ini, “Duhai Sayyid, Jangan ikut-ikutan berkomentar, biarlah para Pemuda dan pejabat teras lain saja yang berkomentar.”
Akan tetapi ada batas untuk bersabar bahkan diriku sekalipun. ‘amâmah(sorban yang menutup kepala)ku dan Janggutku tidaklah lebih mulia dari perlawanan ini dan mereka-mereka (rakyat Lebanon). Bila ‘amamahku dan janggut memiliki kehormatan, itu berasal dari kalian, dari perlawanan ini, dan dari darah para syuhadanya.
Saya mengajak kita semua untuk berhenti berkomentar dan menghindari kata-kata murahan yang menyakitkan. Mari kita berpacu dalam persaingan politik yang sehat dan logis. Karena, pada akhirnya, tujuan kita adalah, satu; sama-sama membangun Lebanon. Akan tetapi Saya, Hasan Nashrullah, sekali-kali tidak akan diam melihat penghinaan terhadap rakyat, para para pejuang sejati.
Beberapa hari yang lalu, salah seorang tokoh pemimpin kekuatan 14 Februari berdiri dan berkata, “Jangan biarkan seseorang yang berkata ‘massa Hizbollah tidak berpikir,’ melenggang dengan tenang.”
“Apakah kalian tidak berpikir?”
“Siapa yang menerima penghinaan ini?”
Saya menghormati massa Hizbollah, pemuda-pemudanya dan wanita-wanitanya. Saya juga menghormati pilihan-pilihan mereka bila untuk kepentingan nasional. Kami tidak mungkin menerima seseorang menghina massa Hizbollah. Ia harus meminta ma’af .
Kami tidak menginginkan politikus ambisius yang menghendaki kami keluar dari proses politik nasional. Kami terikat dengan komitmen. Kami bagian dari negara ini. Berperan dalam membangun dan mendirikan negara ini. Tetapi kami memiliki kehormatan. Kehormatan kami di atas segala-galanya. Tidak mungkin kami biarkan seseorang merusak kehormatan kami untuk membangun rumah kami yang telah hancur demi kehormatan kami. Jangan ada yang beranggapan dapat mengenyangkan perut kami dengan mengorbankan kehormatan kami. Telah kami persembahkan darah kami demi kemuliaan kami, inilah kami.
Dalam kesempatan ini saya mengajak semua pihak untuk kembali tenang dan berpikir. Kita akan menghadapi bulan Ramadhan yang mulia. Semoga Allah mengembalikan kebaikan kepada seluruh rakyat Lebanon. Dan kita memohon kepada Allah agar memberikan taufik-Nya kepada kita untuk menjalankan puasa dan menghidupkan malam-malamnya dengan baik. Semoga, bulan ini menjadi kesempatan untuk berpikir dan merenung, kembali kepada Dzat-Nya, serta melihat kebenaran yang sesungguhnya. Keluarlah dan lihatlah kebenaran, agar semuanya menjadi jelas. Dan janganlah kalian membangun urusan kalian di atas perhitungan yang salah.
wassalamu’alaikum warahmatullahi wa barakatuh